Kamis, 14 Januari 2016
Jembatan Severus Snape
Alan Rickman, aktor Inggris yang akan selalu terkenal sebagai Profesor Severus Snape dalam "Harry Potter". Kamis kemarin, 14 Januari 2016 meninggal dalam usianya ke 69 tahun karena penyakit kanker, dikatakan oleh perwakilan dari Independent Talent Groupnya.
Jujur gue nggak pernah mengikuti perkembangan karirnya sebagai aktor, tapi buat gue Snape adalah jembatan untuk mengingat kembali masa-masa tingkat XI-XII di SMA 1 Gadingrejo, Lampung. Demi membaca kisah Harry Potter seri 1 'Harry Potter and The Sorcerer's Stone - 5 'Harry Potter and The Order of Phoenix' gue dan beberapa teman satu kelas rela ngantri bergilir dari satu orang ke orang lainnya. "Berapa lama lagi? Sudah halaman berapa?" menjadi pertanyaan wajar karena nggak sabar menunggu. Harry Potter sungguh membuat kami saat itu berubah menjadi anak perpustakaan.
Wajar sih, karena buku seri 1-7 yang seharga 546.750 nggak mampu kami beli dengan alasan mahaaal untuk ukuran anak SMA. Bersyukurlah kami kepada salah satu bank swasta yang dengan baik hati membelikan seri buku Harry Potter untuk perpustakaan kami. Yeeeay!!!
Dan nggak hanya soal kenangan masa SMA, lebih penting dari itu nyatanya setelah gue membaca dan menonton filmnya, sosok Half-Blood Prince ini telah membantu gue mengenali sosok lain di dunia ini. Dari buku pertama Harry Potter sampai ke lima gue selalu gregetan dengan tingkah Snape yang selalu ingin menjagal Harry. "Ni orang ngeselin banget," pikir gue.
Sampai akhirnya gue menyadari di film yang terakhir ternyata tokoh berwajah dingin ini sebenernya adalah penolong Harry. Mungkin benar Prince membenci Harry pada awalnya karena James, namun rasa sayangnya terus tumbuh untuk melindungi Harry, sebagaimana rasa sayangnya kepada Lily Evans. Ah... Betapa merasa bersalahnya mengetahui kekeliruan pandangan gue selama ini.
Gue sadar bahwa ada banyak orang yang seringkali kita nilai secara tidak adil karena wajahnya yang nggak bersahabat, sifatnya yang dingin atau bahkan hanya sekali lihat, kita langsung memvonisnya sebagai orang jahat, lalu membuat radar untuk menjauhinya.
Hingga pada akhirnya Severus Snape membuat gue berpikir lagi "Kenapa kita harus terburu-buru menilai orang?"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Aku juga merasa bersalah atas penilaianku ke Prof. Snape mbak... Asli, itu moment yang, "oh ya ampun, ternyata kamu baik banget..." Hehe
BalasHapusVisit me back, mbak...
Zenfumiki.blogspot.com
Iya fit, kayaknya banyak yg salah duga deh.
BalasHapus